Beijing Ancam Batalkan Pertemuan Xi-Trump di Tengah Ketegangan Diplomatik AS-China
2026-09-19 02:31 WIB · aindari · 👁 732 dibaca

China mempertimbangkan pembatalan pertemuan puncak antara Xi Jinping dan Donald Trump menyusul serangkaian gesekan diplomatik antara kedua negara.
Hubungan Amerika Serikat dan China kembali diuji. Beijing dilaporkan mengancam akan membatalkan pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Washington, sebuah sinyal bahwa ketegangan di antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia belum mereda.
Pertemuan antara Xi dan Trump di Washington sebelumnya direncanakan membahas sejumlah isu krusial. Setidaknya enam topik panas dijadwalkan masuk dalam agenda pembicaraan kedua pemimpin tersebut, mencerminkan betapa kompleksnya hubungan bilateral AS-China saat ini.
Di sisi lain, komunikasi diplomatik tetap berjalan. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan mitranya dari AS, Marco Rubio, dilaporkan telah melakukan pembicaraan melalui telepon untuk membahas kemungkinan interaksi di tingkat tinggi antara kedua negara. Percakapan itu menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka meski ancaman pembatalan mengemuka.
Dari sisi ekonomi, ada indikasi bahwa kunjungan Xi ke AS tidak hanya akan berdimensi politik. Delegasi bisnis dari China disebut-sebut kemungkinan akan turut serta mendampingi Xi, sebuah langkah yang bisa dimaknai sebagai upaya menjaga momentum kerja sama ekonomi di tengah ketidakpastian hubungan kedua negara. Kehadiran delegasi bisnis semacam ini berpotensi menjadi sinyal positif bagi pasar, meski hasilnya sangat bergantung pada jalannya perundingan.
Satu hal yang menarik perhatian publik adalah gestur protokoler dari pihak AS. Trump secara pribadi dilaporkan menyambut Xi di bandara, sebuah tindakan yang terbilang jarang dilakukan oleh seorang presiden Amerika terhadap tamu negara. Langkah ini dinilai sebagai isyarat penghormatan khusus, sekaligus mencerminkan betapa pentingnya pertemuan tersebut bagi Washington.
Ancaman pembatalan dari Beijing menambah ketidakpastian dalam hubungan AS-China yang selama ini sudah diwarnai persaingan di bidang perdagangan, teknologi, hingga geopolitik. Bagi pasar keuangan global, eskalasi atau de-eskalasi dalam hubungan kedua negara ini kerap menjadi faktor sentimen yang berpengaruh, meski dampak langsungnya sulit diprediksi hanya dari satu peristiwa diplomatik.
Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah pertemuan puncak tersebut jadi digelar atau dibatalkan. Perkembangan komunikasi antara Wang Yi dan Rubio menjadi salah satu indikator penting yang akan menentukan arah hubungan kedua negara dalam waktu dekat.
Tag: China, Amerika Serikat, Xi Jinping, Donald Trump, diplomasi