Sopir Travel Asal Toraja Tewas Ditembak dan Mobilnya Dibakar di Kawasan Danau Habema Papua
2026-09-19 06:04 WIB · aindari · 👁 794 dibaca

Aris Sanda, sopir lajuran rute Wamena–Mbua, diculik kelompok bersenjata lalu ditemukan tewas di dalam kendaraannya yang terbakar sehari setelah penghadangan.
Seorang sopir travel bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya, warga asal Toraja, tewas setelah kendaraannya dicegat kelompok bersenjata di jalur Wamena menuju Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazahnya ditemukan di dalam mobil yang sudah terbakar di kawasan Danau Habema, sehari setelah peristiwa penghadangan berlangsung.
Penghadangan terjadi pada Selasa, 15 September, sekitar pukul 06.00 WIT. Ketika itu Aris sedang menjalankan tugasnya mengangkut penumpang dari Wamena menuju Mbua. Di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, sekelompok orang bersenjata menghentikan konvoi kendaraan yang melintas. Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menyatakan bahwa kelompok tersebut memeriksa pengemudi dan penumpang, kemudian memerintahkan para penumpang kembali ke Wamena. Aris sendiri dipisahkan dan dibawa ke arah Danau Habema.
Dalam perkembangan kasus ini, beredar rekaman video yang memperlihatkan Aris berada di tengah jalan, dikelilingi orang-orang bersenjata. Dalam video itu, korban terlihat diminta memegang bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pernyataan soal Papua. Aparat keamanan menyatakan masih mendalami rekaman tersebut sebagai bagian dari penyelidikan, dan sejumlah media turut melaporkan adanya indikasi penyanderaan setelah video itu menyebar.
Pada Rabu, 16 September, personel Koops TNI Habema melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pencarian sempat terhambat kabut tebal dan kondisi cuaca buruk di kawasan tersebut, sehingga pada pagi harinya aparat belum berhasil menemukan korban maupun kendaraannya. Beberapa jam kemudian, tim gabungan akhirnya menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah Aris di dalamnya. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah penemuan jenazah, aparat gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan barang bukti. Penyelidikan mencakup lokasi penghadangan maupun lokasi ditemukannya kendaraan yang terbakar. Polisi juga mendalami dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa ini.
TNI menyebut kelompok yang diduga bertanggung jawab atas kejadian ini berkaitan dengan OPM Kodap III Ndugama. Aris diketahui merupakan sopir lajuran yang kesehariannya melayani transportasi masyarakat ke wilayah pedalaman, termasuk membawa kebutuhan logistik. Aparat menyatakan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang terlibat masih terus dilakukan.
Hingga Kamis, 17 September, penyidikan masih berlangsung untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian — mulai dari penghadangan, pemisahan korban, dugaan penyanderaan dan penembakan, hingga pembakaran kendaraan. Informasi mengenai pelaku dan motif masih mengacu pada keterangan resmi aparat yang telah disampaikan kepada publik.
Tag: Papua, kelompok bersenjata, penembakan, Danau Habema, Jayawijaya