Rusia Klaim Ratusan Drone Ukraina Ditembak Jatuh Saat Pemilu Berlangsung
2026-09-20 15:01 WIB · aindari · 👁 651 dibaca

Otoritas Rusia melaporkan serangan drone skala besar di Moskow dan wilayah sekitarnya yang menewaskan dua orang serta melukai enam lainnya.
Otoritas Rusia menyebut Moskow dan kawasan sekitarnya menjadi sasaran serangan drone besar pada malam hari, bertepatan dengan tahapan akhir pemungutan suara. Serangan itu dilaporkan menewaskan dua orang dan menyebabkan enam orang lainnya terluka, menurut keterangan pejabat Rusia pada Minggu.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan ibu kota Rusia menghadapi serangan drone terbesar sejauh ini. Ia mengklaim lebih dari 1.600 UAV Ukraina telah ditembak jatuh sejak Sabtu, termasuk sekitar 450 drone yang disebut bergerak menuju Moskow. Sobyanin juga menyatakan sebagian drone berhasil mencapai area Kilang Minyak Moskow dan menimbulkan kerusakan pada fasilitas tersebut.
Selain fasilitas industri, sebuah drone dilaporkan menghantam gedung hunian di Moskow. Sobyanin mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Ia menilai serangan tersebut ditujukan untuk mengganggu pemilu yang sedang berlangsung, tetapi menyatakan tujuan itu tidak tercapai.
Di Wilayah Moskow, Gubernur Andrey Vorobyov melaporkan kerusakan pada infrastruktur sipil dan kebakaran di beberapa lokasi. Dampak paling berat disebut terjadi di Distrik Ramensky, ketika drone yang jatuh memicu kebakaran di atap gedung apartemen 21 lantai. Sekitar 400 orang dievakuasi dari gedung tersebut, sementara 20 kendaraan dilaporkan rusak.
Vorobyov juga menyebut sebuah drone menghantam gedung apartemen tiga lantai di Sofyino. Insiden itu menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Korban jiwa lain dilaporkan terjadi di Distrik Orekhovo-Zuyevo, sedangkan satu orang terluka di Distrik Leninsky.
Serangan ini terjadi saat Rusia memasuki hari terakhir pemilu parlemen yang digelar selama tiga hari, bersamaan dengan pemungutan suara regional dan lokal. Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia menyatakan lebih dari 111 juta warga memiliki hak pilih. Pemilih menentukan seluruh 450 anggota Duma Negara, dengan separuh kursi dipilih melalui daftar partai dan separuh lainnya melalui daerah pemilihan beranggota tunggal.
Ukraina belum menyampaikan tanggapan atas klaim terbaru dari Rusia tersebut. Verifikasi independen atas laporan serangan, jumlah drone, serta tingkat kerusakan masih sulit dilakukan karena perang antara kedua negara masih berlangsung.
Tag: Rusia, Ukraina, Moskow, drone, pemilu