Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Pendaftaran Perlinsos Digital Tembus 8 Juta, Kemensos Kejar 50 Juta Jiwa pada 2026

2026-10-14 17:06 WIB · aindari

Kemensos mencatat lebih dari delapan juta penduduk telah masuk sistem Perlinsos digital dengan dukungan sekitar 680 ribu agen di berbagai wilayah.

Kementerian Sosial mencatat jumlah penduduk yang terdaftar dalam sistem pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital telah melampaui delapan juta jiwa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan perkembangan tersebut saat ditemui di Jakarta, Rabu. Menurut dia, jumlah pendaftar bertambah sekitar 400 ribu hingga 500 ribu orang setiap hari.

Pertumbuhan itu didukung oleh kehadiran sekitar 680 ribu agen Perlinsos yang tersebar di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan cakupan layanan ini dapat mencapai 50 juta jiwa pada akhir 2026. Saifullah menilai sasaran tersebut berpeluang dicapai apabila partisipasi para agen terus meningkat.

Agen Perlinsos dibentuk untuk membantu memperbaiki pengelolaan data penerima bantuan sosial. Mereka berasal dari unsur masyarakat umum, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparatur desa, pendamping Program Keluarga Harapan, serta petugas posyandu. Dengan bekerja secara sukarela, para agen dapat mengusulkan maupun menyanggah data calon penerima manfaat.

Peran tersebut diarahkan untuk menjangkau warga rentan dan kelompok dengan tingkat sosial-ekonomi terendah, termasuk masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan ponsel pintar. Kemensos berharap mekanisme ini dapat mengurangi risiko warga miskin tidak tercatat dalam basis data penyaluran bantuan sosial, termasuk Bantuan Pangan Nontunai.

Kemensos juga menyatakan pemutakhiran data dilakukan secara terbuka. Keterbukaan itu dimaksudkan agar proses pembaruan informasi penerima bantuan dapat dibahas dan dikoreksi oleh masyarakat maupun berbagai unsur publik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran bantuan sosial.

Menanggapi hasil survei yang menilai kinerja kementeriannya rendah, terutama terkait persoalan distribusi bantuan sosial, Saifullah mengatakan pemerintah menghormati pandangan dan kritik tersebut. Ia menyebut seluruh proses bisnis serta mandat strategis kementerian telah dijalankan secara terukur, sekaligus membuka kemungkinan adanya dialog lebih lanjut mengenai metode penilaian kinerja.

Ia menambahkan, perbaikan data penerima manfaat telah menghasilkan lebih dari empat juta penerima baru. Jumlah tersebut berasal dari kuota 18 juta penerima manfaat Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Nontunai. Pemerintah melanjutkan pengembangan sistem digital dan pelibatan agen untuk memperbarui data serta memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang sesuai.

Tag: Kemensos, Perlinsos, Bansos, PKH, BPNT