Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Aktivitas Penumpang Meningkat di Sejumlah Stasiun Kereta hingga September 2026

2026-10-14 17:06 WIB · aindari · 👁 843 dibaca

KAI mencatat pertumbuhan penggunaan stasiun di Jawa dan Sumatra, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Bogor Paledang sebesar 108,61 persen.

Aktivitas pelanggan kereta api meningkat di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra sepanjang Januari hingga September 2026. Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan pertumbuhan terjadi di stasiun yang melayani kota penyangga, pusat kegiatan regional, kawasan industri, wilayah pendidikan, hingga destinasi perjalanan masyarakat.

Stasiun Bogor Paledang mencatat kenaikan paling tinggi. Jumlah aktivitas pelanggan, yang dihitung dari penumpang naik dan turun, bertambah dari 395.471 pada periode yang sama 2025 menjadi 825.011 pada 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 108,61 persen. Stasiun Purwakarta berada di urutan berikutnya, naik dari 201.953 menjadi 321.384 aktivitas atau tumbuh 59,14 persen.

Di Sumatra Barat, Stasiun Air Tawar mencatat 330.554 aktivitas, meningkat 27,66 persen dari 258.929 pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan juga terjadi di Stasiun Purwosari, Solo, yang mencapai 494.319 aktivitas atau naik 22,17 persen. Stasiun Karawang membukukan 306.533 aktivitas, bertambah 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan turut terlihat di sejumlah stasiun lain. Semarang Tawang mencatat 3.329.748 aktivitas dengan pertumbuhan 16,68 persen. Cilacap meningkat 17,51 persen menjadi 358.605 aktivitas, sedangkan Baturaja di Sumatra Selatan tumbuh 16,57 persen menjadi 293.252 aktivitas. Di Sumatra, Tanjungkarang mencapai 562.993 aktivitas atau naik 13,99 persen, Kertapati mencatat 862.450 aktivitas atau tumbuh 13,78 persen, dan Padang mencapai 921.282 aktivitas atau meningkat 13,74 persen.

Stasiun dengan volume besar juga mencatat pertumbuhan. Purwokerto membukukan 2.770.189 aktivitas, naik 12,41 persen, sementara Surabaya Pasarturi mencapai 2.789.112 aktivitas atau bertambah 12,32 persen. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pola tersebut menunjukkan penggunaan kereta tidak terpusat di satu kawasan. Menurut dia, tiap stasiun memiliki karakter pergerakan yang berbeda, baik sebagai titik keberangkatan maupun tujuan.

Perkembangan aktivitas stasiun berlangsung sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat secara nasional. Badan Pusat Statistik mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan domestik pada Agustus 2026, naik 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025. KAI menilai data wisatawan domestik dan aktivitas stasiun merupakan indikator berbeda, tetapi sama-sama menggambarkan tingginya pergerakan antardaerah. Data tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan layanan, kapasitas ruang pelanggan, jadwal perjalanan, serta akses menuju dan dari stasiun sesuai karakter tiap wilayah.

Tag: KAI, stasiun kereta, mobilitas masyarakat, Jawa, Sumatra