Hampir 500 Unit Usaha Disiapkan untuk Memperkuat Penanganan Karhutla di Kalteng
2026-10-15 17:03 WIB · aindari · 👁 898 dibaca
Kemenko Pangan akan memperluas kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dengan fokus awal di Palangka Raya serta Pulang Pisau.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyiapkan pelibatan hampir 500 unit usaha di Kalimantan Tengah untuk mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kerja pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta instansi terkait, terutama di lokasi yang masih membutuhkan tambahan personel dan peralatan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kerja sama tersebut terutama akan melibatkan perusahaan perkebunan dan kehutanan. Dunia usaha dinilai memiliki sumber daya yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan penanganan karhutla. Sebelum pengerahan dilakukan, tim akan turun memeriksa kondisi lapangan dan menyusun kebutuhan operasional berdasarkan situasi di masing-masing kawasan.
Pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah yang memerlukan penanganan bersama, termasuk Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau. Verifikasi lapangan akan mempertimbangkan informasi mengenai titik panas, jaringan kanal, akses jalan, serta ketersediaan sumber air. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan dan metode penanganan yang paling sesuai.
Model kemitraan tersebut sebelumnya diterapkan di Kalimantan Selatan dan kini hendak diperluas ke Kalimantan Tengah dengan penyesuaian terhadap kondisi setempat. Di Kalimantan Selatan, sekitar 350 perusahaan dilibatkan dalam penguatan penanganan kebakaran pada lahan pertanian dan gambut seluas kurang lebih 10.000 hektare. Kontribusi diberikan secara bertahap melalui penyediaan tenaga serta peralatan untuk mendukung pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat.
Pelibatan perusahaan juga diharapkan dapat mencakup lokasi di luar konsesi masing-masing melalui kontribusi sukarela. Dukungan itu tidak menghapus kewajiban perusahaan untuk menangani areal yang berada dalam pengelolaannya. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia menyatakan telah meminta anggotanya memeriksa kesiapan peralatan dan meningkatkan kewaspadaan. Informasi titik panas dari Kementerian Kehutanan akan diteruskan kepada anggota untuk diverifikasi, dan organisasi tersebut menyatakan kesediaan membantu pemadaman di luar konsesi dengan perlindungan yang proporsional bagi pelaku usaha.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia juga menyatakan kesiapan berkontribusi. Menurut asosiasi tersebut, kesiapan sumber air, peralatan pemadaman, dan bahan bakar minyak menjadi kebutuhan penting, khususnya pada lahan gambut yang memerlukan pembasahan. Selain pengerahan sumber daya perusahaan, Kementerian Kehutanan menjadwalkan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah pada 15–16 Oktober 2026. Penerbangan operasi itu akan disiapkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena jarak pandang di sejumlah bandara Kalimantan Tengah terbatas. Kolaborasi lintas sektor ini ditujukan untuk melindungi kawasan strategis nasional, menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi, serta mendukung agenda swasembada pangan, energi, dan air.
Tag: karhutla, Kalimantan Tengah, perkebunan, kehutanan, pangan