Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Indonesia Ajukan Lima Prioritas Koperasi Pertanian ASEAN

2026-10-15 17:07 WIB · aindari · 👁 757 dibaca

Lima agenda yang diusulkan mencakup digitalisasi, ketahanan iklim, regenerasi anggota, serta penguatan koneksi data dan pasar antarkoperasi.

Indonesia mengusulkan lima agenda untuk memperkuat koperasi pertanian dan kehutanan di kawasan ASEAN. Usulan itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus membantu koperasi menghadapi perkembangan teknologi, perubahan kondisi pasar, serta tantangan iklim.

Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Deva Rachman menyampaikan agenda tersebut dalam pertemuan ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) dan pertemuan ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC). Pertemuan berlangsung di Yogyakarta pada 12-13 Oktober 2026.

Usulan Indonesia akan dibahas dalam penyusunan Plan of Action (POA) ACEDAC 2027. Prioritas pertama ialah mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mendukung produktivitas serta daya saing sektor pertanian dan kehutanan. Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya koperasi beradaptasi dengan perubahan dalam pengelolaan usaha.

Agenda kedua berfokus pada penyusunan langkah untuk menghadapi El Niño dan dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan usaha pertanian. Indonesia juga mendorong peningkatan peran generasi muda melalui youth camp dan exchange programs. Keterlibatan pemuda diharapkan membawa gagasan baru sekaligus memperluas penggunaan teknologi dalam pengelolaan koperasi.

Prioritas berikutnya adalah merumuskan strategi untuk menghadapi penuaan generasi di koperasi pertanian. Indonesia turut mengusulkan penggabungan data koperasi pertanian di negara-negara ASEAN. Data yang terhubung diharapkan mendukung perdagangan, investasi, dan perluasan pasar melalui platform marketplace ACEDAC, serta memperkuat pertukaran informasi dan peluang kerja sama ekonomi lintas negara.

Deva berharap lima agenda tersebut dapat menjadi dasar untuk memperluas pertukaran pengetahuan, menyusun program bersama, dan meningkatkan kolaborasi antarkoperasi. Pembahasan ACEDAC dan ASWGAC menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan digunakan sebagai pijakan penguatan kerja sama dan tindak lanjut program pada periode berikutnya.

Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Business Forum ACEDAC 2027. Sementara itu, pertemuan Dewan ACEDAC berikutnya akan berlangsung di Laos pada 2027. Melalui agenda tersebut, Indonesia mendorong koperasi pertanian ASEAN menjadi lebih adaptif, produktif, dan kompetitif, sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di kawasan.

Tag: koperasi pertanian, ASEAN, digitalisasi pertanian, perubahan iklim, ketahanan pangan