Pemerintah Siapkan Desalinasi untuk Perluas Akses Air Bersih
2026-10-15 17:05 WIB · aindari · 👁 844 dibaca
Agus Harimurti Yudhoyono mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan air laut, terutama bagi pulau kecil dan kota pesisir yang kekurangan sumber air permukaan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong pengembangan desalinasi sebagai sumber air alternatif bagi masyarakat. Teknologi ini dinilai dapat membantu wilayah yang kesulitan memperoleh pasokan air bersih dari sumber konvensional.
Dalam Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis, AHY menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan air selama ini masih bertumpu pada air permukaan, air tanah, sungai, dan danau. Namun, meningkatnya kebutuhan masyarakat membuat pemerintah perlu menyiapkan pilihan tambahan, termasuk mengolah air laut menjadi air tawar yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pengembangan tersebut akan diarahkan terutama ke pulau-pulau kecil dan kota pesisir yang tidak memiliki sumber air permukaan memadai. Meski demikian, AHY menyebut terdapat dua tantangan utama, yakni tingginya kebutuhan energi dalam proses desalinasi serta pengelolaan air sisa dengan kadar garam tinggi.
Penanganan rencana itu akan membutuhkan keterlibatan lintas kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan disebut akan berperan dalam pengembangan desalinasi dan pengelolaan dampaknya.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian ialah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. AHY telah memerintahkan jajarannya mengkaji pemanfaatan desalinasi sebagai solusi jangka panjang atas krisis pasokan air bersih di wilayah tersebut. Balikpapan kini mengalami kekurangan pasokan hingga 1.000 liter per detik.
Kondisi Balikpapan semakin tertekan karena ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino menyebabkan volume air di Waduk Manggar serta Waduk Teritip menyusut tajam. Di kawasan Teritip, pasokan air baku baru mencapai 1.500 liter per detik, sedangkan kebutuhan idealnya 2.500 liter per detik. Kebutuhan itu meningkat seiring pertumbuhan penduduk akibat perpindahan masyarakat setelah Balikpapan ditetapkan sebagai kota mitra penopang Ibu Kota Nusantara.
AHY menilai teknologi desalinasi telah berkembang dan semakin matang di tingkat global. Perhitungan investasi masih akan ditinjau agar dapat menghasilkan biaya yang kompetitif dan terjangkau bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha. Skema pembiayaan dan harga yang sesuai dinilai penting agar penerapannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Tag: desalinasi, air bersih, Balikpapan, infrastruktur, sumber daya air