Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Semeru Meletus Tiga Kali dalam Sehari, Kolom Abu Menjulang Hingga Satu Kilometer

2026-10-17 17:01 WIB · aindari · 👁 857 dibaca

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan tiga kali erupsi pada hari Sabtu, memaksa warga menjauhi zona bahaya.

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, memuntahkan material vulkanik sebanyak tiga kali pada Sabtu. Letusan terakhir menjadi yang paling kuat, dengan kolom abu menjulang sekitar satu kilometer di atas puncak. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, merinci ketiga peristiwa erupsi tersebut dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Letusan pertama tercatat pada pukul 04.52 WIB. Kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi getaran 125 detik. Kurang dari dua jam kemudian, pada pukul 06.35 WIB, erupsi kedua terjadi dengan kolom letusan yang lebih tinggi, mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau setara 4.476 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu bergerak ke arah barat, sementara seismograf merekam amplitudo maksimum 25 milimeter selama 90 detik.

Erupsi ketiga dan terkuat berlangsung pada pukul 10.42 WIB. Kolom abu mencapai ketinggian sekitar satu kilometer di atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Warna abu teramati putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Getaran yang terekam menunjukkan amplitudo maksimum 25 milimeter dengan durasi terlama di antara ketiga letusan, yakni 137 detik.

Agastya menyampaikan bahwa status aktivitas vulkanik Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Ia mengimbau warga agar tidak beraktivitas di luar ruangan, khususnya di wilayah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi. Kawasan dalam radius lima kilometer dari kawah juga dinyatakan berbahaya karena ancaman lontaran batu pijar.

Selain zona utama tersebut, warga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Menurut Agastya, wilayah itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Petugas pengamatan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Beberapa aliran sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Dengan intensitas erupsi yang meningkat sepanjang hari, kewaspadaan tinggi menjadi keharusan bagi seluruh warga di sekitar lereng Semeru.

Tag: Gunung Semeru, erupsi, Lumajang, Jawa Timur, status siaga