Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Rest Area Tol Cisumdawu Disiapkan Layani Pemudik pada Nataru 2026/2027

2026-10-18 06:04 WIB · aindari · 👁 712 dibaca

Fasilitas di KM 203+800 ditargetkan bisa digunakan secara fungsional pada libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 meski pembangunan permanen masih berjalan.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol bersama badan usaha jalan tol menyiapkan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) pertama di Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), Jawa Barat. Fasilitas yang berada di KM 203+800 itu ditargetkan mulai beroperasi secara fungsional pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Rest area tersebut dibangun pada dua sisi jalan tol, yakni Jalur A dan Jalur B. Pengguna jalan direncanakan dapat memanfaatkannya selama masa libur Nataru 2026/2027. Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk melengkapi layanan perjalanan, sekaligus membantu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengendara di sepanjang Tol Cisumdawu.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol tidak semata-mata berfokus pada kelancaran mobilitas. Menurut dia, infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, fasilitas pendukung seperti rest area perlu disiapkan agar manfaat jalan tol dapat dirasakan lebih luas oleh pengguna maupun masyarakat sekitar.

Rest Area Kembar Cisumdawu dirancang memiliki area parkir, stasiun pengisian bahan bakar umum, masjid, toilet, minimarket, serta kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kuliner. Pada masa operasional awal, prioritas pekerjaan berada pada penyelesaian akses masuk dan keluar serta penyediaan lahan parkir yang aman dan nyaman bagi kendaraan.

Sebagian layanan dasar dapat diberikan secara sementara sambil pembangunan fasilitas permanen berlanjut. Penyediaannya antara lain toilet portabel, minimarket bergerak dengan truk, dan area UMKM. Untuk kebutuhan lain, pengelola dapat menyiapkan SPBU modular pada rest area tipe A serta musala sementara berbentuk tenda, sesuai kebutuhan dan kesiapan lapangan.

Dengan layanan tersebut, pengguna tol diharapkan bisa beristirahat, beribadah, mengisi bahan bakar, dan memenuhi kebutuhan perjalanan tanpa meninggalkan ruas tol. Area UMKM dan kuliner juga berpotensi menjadi ruang pemasaran bagi pelaku usaha lokal. Berdasarkan data hingga 11 Oktober 2026, progres pembangunan telah mencapai 66,92 persen. Luas lahan TIP mencapai 10 hektare di Jalur A dan 9,5 hektare di Jalur B, sementara pekerjaan penataan jalan, area parkir, gedung, dan fasilitas pendukung masih berlangsung.

Tag: Tol Cisumdawu, rest area, Nataru 2026, Kementerian PU, UMKM