Sumsel Diprakirakan Mulai Diguyur Hujan pada November 2026
2026-10-18 17:02 WIB · aindari · 👁 922 dibaca
BMKG memperkirakan musim hujan di Sumatera Selatan berlangsung hingga pertengahan 2027, dengan curah hujan tertinggi sekitar 400 milimeter pada Desember.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan musim hujan mulai mendominasi wilayah Sumatera Selatan pada pertengahan November 2026. Periode dengan curah hujan tertinggi diprediksi terjadi pada Desember, saat akumulasinya dapat mencapai sekitar 400 milimeter. Prakiraan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Minggu.
Menurut perkiraan BMKG, musim hujan di provinsi itu dapat berlangsung selama enam hingga tujuh bulan. Kondisi tersebut diperkirakan bertahan sampai sekitar Mei atau Juni 2027. Namun, waktu masuknya musim hujan tidak seragam di seluruh wilayah Sumsel sehingga masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca dan perkembangan prakiraan setempat.
Palembang dan bagian utara Kabupaten Ogan Komering Ilir diprediksi lebih dahulu mengalami awal musim hujan, yakni pada pertengahan November 2026. Adapun wilayah selatan Kabupaten OKI diperkirakan baru memasuki periode tersebut pada awal Desember 2026. Perbedaan waktu ini berkaitan dengan karakteristik wilayah dan pola cuaca yang tidak sama.
Peningkatan hujan berpotensi membantu menekan dampak kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya menimbulkan kabut asap di sejumlah daerah Sumsel. Air hujan dapat membasahi kembali lahan yang mengering sehingga peluang munculnya titik kebakaran baru berkurang. Hujan juga berpotensi membantu mengurangi dampak asap yang masih tersisa akibat kebakaran.
Meski demikian, penanganan karhutla tetap perlu dilanjutkan, terutama pada kawasan gambut dan lokasi yang pernah terbakar. Turunnya hujan tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko kebakaran di wilayah tersebut. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena perubahan menuju musim hujan membawa potensi bencana hidrometeorologi, antara lain banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
Hujan deras dalam waktu singkat dapat menaikkan volume air sungai dan membuat saluran drainase kewalahan. Dampaknya dapat berupa genangan atau banjir, khususnya di permukiman padat, dataran rendah, dan kawasan dekat sungai. Hujan berkepanjangan juga dapat memperbesar risiko erosi serta longsor di sekitar aliran sungai. BMKG mengimbau warga membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan memantau kondisi lingkungan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Tag: Sumatera Selatan, BMKG, musim hujan, karhutla, banjir