Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hukum

Insiden Penembakan Sesama Anggota Polisi di Pondok Cabe Picu Sorotan terhadap Pengawasan Senjata Api dan Dugaan Perundungan

2026-10-20 17:04 WIB · aindari · 👁 485 dibaca

Kasus penembakan oleh anggota polisi berpangkat Bharada terhadap seniornya di kawasan Pondok Cabe memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan kepemilikan senjata api dan dugaan perundungan di internal kepolisian.

Insiden penembakan sesama anggota kepolisian terjadi di kawasan Pondok Cabe, yang melibatkan seorang anggota berpangkat Bharada berinisial AR yang menembak rekan seniornya. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik dan sejumlah lembaga pengawas karena menyentuh dua isu krusial sekaligus: pengawasan izin senjata api di lingkungan kepolisian serta dugaan adanya perundungan terhadap anggota junior.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut menyoroti kasus ini, khususnya terkait mekanisme pengawasan senjata api yang dipegang oleh anggota kepolisian. Pertanyaan mendasar yang mengemuka adalah bagaimana prosedur pemberian izin dan pengawasan berkala terhadap penggunaan senpi di internal institusi Polri berjalan selama ini, mengingat insiden serupa bukan kali pertama terjadi.

Selain soal senjata api, aspek lain yang menjadi perhatian adalah kondisi kejiwaan Bharada AR. Pihak berwenang dilaporkan tengah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi psikologis pelaku guna memahami motif di balik tindakannya. Pemeriksaan ini menjadi penting untuk mengungkap apakah terdapat tekanan mental atau faktor psikologis tertentu yang mendorong aksi penembakan tersebut.

Dugaan perundungan oleh anggota senior terhadap junior juga mencuat sebagai salah satu kemungkinan latar belakang peristiwa ini. Isu senioritas dan relasi kuasa yang tidak sehat di lingkungan kerja kepolisian kembali menjadi bahan diskusi publik. Jika dugaan ini terbukti, kasus ini bisa menjadi cermin dari persoalan struktural yang lebih dalam di tubuh Polri.

Kantor Staf Presiden (KSP) melalui Sigit juga angkat bicara menanggapi insiden ini. Pernyataan dari pihak KSP menunjukkan bahwa kasus penembakan sesama polisi ini tidak hanya dipandang sebagai persoalan internal kepolisian, melainkan juga menjadi perhatian di tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden penggunaan senjata api oleh anggota kepolisian di luar konteks tugas resmi. Publik menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan senjata api, mulai dari tahap pemberian izin, penyimpanan, hingga pengawasan rutin. Selain itu, mekanisme deteksi dini terhadap kondisi psikologis anggota dan pencegahan praktik perundungan di internal kepolisian dinilai perlu diperkuat secara signifikan.

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif pasti di balik penembakan tersebut. Hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap Bharada AR diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai akar permasalahan yang memicu tragedi di Pondok Cabe ini.

Tag: penembakan polisi, Pondok Cabe, pengawasan senjata api, perundungan, Kompolnas