Sukagalih Rancang Wisata Alam yang Mengajarkan Konservasi Owa Jawa
2026-10-24 17:03 WIB · aindari · 👁 580 dibaca
Yayasan Kehati mendukung ekowisata berbasis warga di Sukabumi dengan menggabungkan pengalaman alam, edukasi keanekaragaman hayati, dan penguatan usaha lokal.
Kampung Sukagalih di Desa Cipeuteuy, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikembangkan sebagai tujuan ekowisata yang menempatkan masyarakat dan konservasi sebagai bagian utama. Yayasan Kehati mendorong konsep ini di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dengan perhatian khusus pada edukasi mengenai Owa Jawa serta penguatan kegiatan ekonomi warga.
Konsep tersebut tidak berhenti pada upaya mendatangkan wisatawan. Pengelola ingin membangun pengalaman yang membuat pengunjung memahami lingkungan sekaligus memberi peluang pendapatan bagi masyarakat setempat. Kelestarian kawasan hutan tetap menjadi pertimbangan dalam pengembangan kegiatan wisata.
Perempuan dan anak muda ikut terlibat dalam prosesnya. Sejumlah kegiatan mencakup penataan jalur trekking, peningkatan fasilitas sanitasi di lokasi berkemah, serta pengolahan hasil hutan bukan kayu menjadi produk bernilai ekonomi. Keterlibatan kelompok warga ini menjadi bagian dari upaya agar manfaat wisata tidak hanya dirasakan oleh pengelola, tetapi juga oleh komunitas sekitar.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati menguji sejumlah produk pangan, antara lain manisan terong panjang dan dodol waluh. Produk tersebut mulai dikenalkan kepada konsumen melalui warung dan kedai kopi, meski pengembangannya masih berada pada tahap uji coba. Di sisi lain, Komunitas Sawala Leuweung membantu memetakan jalur pendakian dan menyiapkan aktivitas pembelajaran lingkungan.
Sebanyak enam lokasi telah ditentukan untuk pemasangan papan informasi. Media tersebut dirancang agar pengunjung dapat mengenali kekayaan hayati di kawasan wisata. Materi edukasi juga akan memperkenalkan Owa Jawa atau Hylobates moloch, primata endemik Pulau Jawa yang masuk kategori terancam punah dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Di Kecamatan Kabandungan, Yayasan Kehati mendukung pemetaan persebaran, pendugaan jumlah, dan kampanye pelestarian Owa Jawa. Pemetaan awal menemukan sedikitnya 39 kelompok Owa Jawa di delapan lokasi pengamatan. Data itu masih dianalisis sehingga belum dapat disebut sebagai hasil estimasi populasi akhir. Informasinya berpotensi menjadi bahan pembelajaran tentang habitat satwa dan pentingnya menjaga hutan.
Pengembangan ekowisata Sukagalih masih memerlukan peningkatan kemampuan pengelola, perbaikan layanan, dan kolaborasi antarpihak. Langkah tersebut penting agar manfaat ekonomi dapat berlangsung berkelanjutan, tanpa mengurangi perlindungan terhadap lingkungan. Dengan pendekatan ini, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga memahami keanekaragaman hayati dan kontribusi warga dalam konservasi.
Tag: ekowisata, konservasi, Owa Jawa, Sukabumi, wisata berbasis masyarakat