Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Seraya Timur Jadi Pusat Terpadu Aktivitas Nelayan Bali

2026-11-03 17:05 WIB · aindari · 👁 661 dibaca

Pemprov Bali membangun kawasan perikanan seluas satu hektare untuk menghubungkan 350 nelayan dengan fasilitas penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran ikan.

Pemerintah Provinsi Bali mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, sebagai kawasan terpadu bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan. Program ini diarahkan untuk menyatukan kegiatan yang selama ini berlangsung terpisah, sekaligus memperkuat pengelolaan usaha perikanan dari tahap penangkapan sampai pemasaran.

Seraya Timur menjadi lokasi pertama program percepatan nasional tersebut di Bali sejak 2025. Pengembangan selanjutnya ditargetkan mencakup 26 kampung pada 2027 dan 23 kampung pada 2028. Dinas Kelautan dan Perikanan Bali menyebut konsep ideal kawasan meliputi penangkapan ikan, pengolahan, budi daya, kuliner, serta pariwisata. Namun, pelaksanaan di Seraya Timur saat ini masih berfokus pada penangkapan dan pengolahan.

Kawasan ini dibangun dengan anggaran APBN 2026 sebesar Rp22 miliar. Area seluas satu hektare tersebut menjadi pusat pengelolaan ikan tongkol dari WPPNRI 713. Kegiatannya melibatkan 15 Kelompok Usaha Bersama yang menaungi 350 nelayan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Berbagai fasilitas disiapkan dalam satu kompleks, antara lain tempat pendaratan ikan, tambatan perahu, docking kapal, bengkel, kios perbekalan, balai nelayan, dan area pengolahan yang masih menjalani uji coba. Pemerintah daerah juga mengintegrasikan penanganan hasil tangkapan dengan kegiatan pemasaran agar nelayan dapat memenuhi kebutuhan operasional melaut tanpa harus berpindah-pindah lokasi.

Untuk mempertahankan kualitas ikan ketika hasil tangkapan melimpah, kawasan tersebut memiliki ruang pendingin berkapasitas 10 ton. Fasilitas ini berpotensi menekan risiko penurunan harga saat panen raya, karena ikan dapat disimpan sebelum disalurkan ketika pasokan pasar berkurang. Penyimpanan juga ditujukan menjaga mutu hasil tangkapan.

Pengembangan berikutnya mencakup penambahan gudang beku portabel berkapasitas 20 ton, Air Blast Freezer, pabrik es, fasilitas pengolahan, jaringan pipa air bersih, IPAL, kios pemasaran, serta Pura Segara. Pemerintah Provinsi Bali juga sedang memverifikasi lima usulan lokasi baru untuk 2026, yakni Air Kuning dan Candi Kusuma di Jembrana, Pejarakan dan Patas di Buleleng, serta Manggis di Karangasem. Program ini diharapkan memperluas akses fasilitas usaha dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Tag: Kampung Nelayan Merah Putih, Seraya Timur, perikanan Bali, nelayan, ikan tongkol