Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Konservasi Panda China Perkuat Genetik dan Hubungkan Habitat

2026-11-04 17:06 WIB · aindari · 👁 645 dibaca

China mencatat 830 panda raksasa dalam penangkaran serta kemajuan konektivitas habitat melalui pembangunan koridor ekologis.

Populasi panda raksasa yang dipelihara dalam fasilitas penangkaran di China kini mencapai 830 ekor. Pada saat yang sama, keragaman genetik kelompok tersebut terus menunjukkan peningkatan. Informasi ini disampaikan Wakil Kepala Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China Li Yunqing dalam konferensi Global Panda Partners 2026 di Chengdu, Sichuan, Selasa (3/11).

Upaya pemulihan habitat menjadi bagian penting dari perkembangan konservasi panda. Pembangunan koridor ekologis telah menyatukan kembali 13 populasi panda lokal sehingga membentuk satu metapopulasi. Keterhubungan antarkawasan habitat juga disebut meningkat secara signifikan, membuka ruang lebih besar bagi pergerakan satwa.

Pemantauan di sepanjang koridor mencatat lebih dari 150 penampakan panda raksasa dan spesies lain. Panda juga semakin sering terlihat berpindah dari satu habitat ke habitat lain. Pergerakan tersebut memungkinkan satwa bertemu dengan pasangan potensial, yang dapat mendukung keberlanjutan populasi dan keragaman genetiknya.

Tahun ini menandai tiga dekade kerja sama penelitian ilmiah internasional mengenai panda raksasa. China telah berkolaborasi dengan 26 institusi dari 20 negara. Kerja sama itu menghasilkan 69 panda yang hidup di luar China dan membantu kelahiran 73 anak panda melalui program pengembangbiakan. Secara global, panda raksasa telah menarik lebih dari 1 miliar kunjungan.

Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China memperluas riset dasar serta penelitian terapan. Drone, kecerdasan buatan, dan teknologi baru lain digunakan dengan cakupan yang semakin luas. Kemampuan lembaga dalam menyediakan pakan, melakukan perawatan, serta menangani penyelamatan medis juga meningkat, ditopang hasil penelitian di bidang genetika, rehabilitasi, dan kedokteran.

China berencana memperkuat perlindungan melalui perencanaan tata ruang taman nasional dan pengawasan penggunaan lahan yang lebih ketat. Pemerintah juga akan menjalankan program perlindungan margasatwa nasional dengan pemantauan serta penelitian penyakit yang ditingkatkan. Kerja sama internasional dalam riset dan pertukaran budaya akan diperdalam.

Konferensi di Chengdu mengangkat tema perlindungan habitat panda, pembangunan dunia yang indah, dan berbagi peluang terbuka. Pertemuan yang berlangsung pada 2-4 November itu diikuti ahli serta akademisi dari lebih dari 30 negara dan kawasan untuk membahas konservasi keanekaragaman hayati serta kerja sama pembangunan hijau.

Tag: panda raksasa, konservasi, keragaman genetik, habitat, China