KNMP Seraya Timur Perkuat Penanganan dan Pemasaran Ikan Nelayan
2026-11-05 06:04 WIB · aindari · 👁 561 dibaca
Fasilitas rantai dingin di Seraya Timur membantu menjaga mutu tangkapan dan membuka akses pasar lebih luas, meski kapasitas penyimpanan masih terbatas.
Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Bali, membantu nelayan mempertahankan kualitas ikan sejak hasil tangkapan didaratkan hingga dikirim ke pasar. Pengelolaan dari tahap awal sampai distribusi membuat ikan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penanganan mandiri setiap kelompok nelayan.
KNMP Seraya Timur menaungi sekitar 425 nelayan yang tersebar di sejumlah wilayah desa. Sebelum fasilitas tersebut tersedia, nelayan membentuk kelompok sendiri untuk mengelola dan menjual hasil tangkapan. Pola itu menghadapi kendala saat ikan melimpah. Kelompok kesulitan menjaga mutu serta menyalurkan seluruh pasokan, sehingga harga dan penyerapan pasar tidak selalu optimal.
Kini, penanganan hasil perikanan didukung pabrik es, cold box, chiller, cold storage, dan mobil boks. Ikan yang baru tiba dapat segera didinginkan, sementara hasil yang belum langsung terjual memiliki tempat penyimpanan sebelum dikirim. Infrastruktur tersebut membuat distribusi berlangsung lebih teratur dan mengurangi risiko penurunan kualitas ketika pasokan meningkat.
Tongkol menjadi tangkapan utama nelayan Seraya Timur. Nelayan juga menghasilkan sejumlah jenis ikan lain, termasuk ikan dasar berukuran besar yang ditangkap oleh nelayan dengan keahlian khusus. Hasilnya dipasarkan ke Klungkung, Denpasar, Badung, Tabanan, dan Buleleng. Saat kebutuhan pasar Bali telah terpenuhi, sebagian pasokan pernah dikirim sampai Banyuwangi.
Pengelolaan yang lebih baik berpotensi meningkatkan nilai ekonomi tangkapan. Sebelumnya, ikan yang tidak terserap pasar terkadang dijemur atau diolah menjadi produk lain karena keterbatasan distribusi dan penanganan. Dengan dukungan KNMP, hasil tangkapan yang sebelumnya berisiko tidak terjual dapat menjadi sumber pendapatan bagi nelayan.
Namun, kapasitas penyimpanan masih menjadi kendala. Air Blast Freezer (ABF) yang tersedia hanya mampu menampung sekitar satu ton. Pada masa panen, dua atau tiga kapal saja dapat memenuhi kapasitas itu, sehingga tangkapan dari kapal lain harus segera disalurkan agar tidak mengalami penurunan mutu. Pengelola berharap pemerintah menambah kapasitas ABF dan cold storage. Nelayan juga membutuhkan kapal yang sesuai dengan karakter perairan serta kebiasaan menggunakan kapal tradisional berlayar. Sebagian armada telah tua, sedangkan alat tangkap dapat rusak akibat cuaca dan kapal yang melintas, bahkan perlu diganti hingga dua kali dalam setahun.
Tag: Pertanian, Perikanan, KNMP, Karangasem, Nelayan