Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Kementan Gelontorkan 7.000 Pompa Air untuk Jaga Produktivitas Pertanian Jawa Tengah di Musim Kemarau

2026-07-20 17:08 WIB · aindari · 👁 433 dibaca

Pemerintah pusat menyiapkan ribuan pompa air beserta bantuan bibit dan alat pertanian guna mengantisipasi kekeringan yang mengancam lahan pertanian di Jawa Tengah.

Ancaman kekeringan di musim kemarau mendorong Kementerian Pertanian mengambil langkah konkret untuk melindungi sektor pertanian Jawa Tengah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan penyiapan 7.000 unit pompa air bagi petani di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 2.000 unit telah dikirimkan lebih dulu, dan sisanya sebanyak 5.000 unit akan menyusul. Pengumuman ini disampaikan Mentan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin.

Menurut Mentan Amran, ketersediaan air merupakan faktor krusial dalam menjaga produktivitas petani, terutama ketika musim kemarau panjang melanda. Ia menegaskan bahwa petani Jawa Tengah tidak boleh sampai kekurangan pompa maupun pasokan air. Selain pompa dan irigasi perpompaan, Kementan juga berencana menyalurkan bantuan berupa bibit jagung, bibit padi, serta peralatan pertanian seperti traktor.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang dinilai bekerja keras menopang ketahanan pangan nasional. Amran menyebut bahwa di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jawa Tengah kini menempati posisi sebagai penghasil beras terbesar kedua secara nasional. Dedikasi gubernur dalam memperjuangkan nasib petani di tengah tantangan kemarau turut menjaga produktivitas pertanian provinsi tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi memaparkan bahwa produktivitas padi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 9,7 juta ton, menyumbang sekitar 15,6 persen dari kebutuhan padi nasional. Angka ini ditargetkan naik menjadi 10,5 juta ton pada 2026 sesuai arahan pemerintah pusat. Pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, para bupati, dan wali kota di seluruh Jawa Tengah.

Untuk mengamankan basis produksi pangan, pemerintah provinsi juga menggandeng Kementerian ATR/BPN dalam upaya melindungi lahan pertanian dan sawah dari alih fungsi. Ahmad Luthfi menekankan bahwa status Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional menuntut perlindungan serius terhadap lahan produktif. Ia secara khusus memohon dukungan pemerintah pusat berupa bantuan pompa air agar provinsinya mampu mempertahankan peran strategis tersebut.

Dengan kombinasi bantuan infrastruktur irigasi, penyediaan sarana produksi pertanian, serta komitmen menjaga lahan sawah, pemerintah pusat dan daerah berupaya memastikan produksi pangan Jawa Tengah tidak terganggu meski musim kemarau mengancam. Langkah ini menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Tag: kekeringan Jawa Tengah, pompa air petani, ketahanan pangan, Kementerian Pertanian, produktivitas padi