Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

Indonesia Siapkan Transisi ke BBM Etanol, E10 Ditargetkan Berlaku 2027

2026-07-21 06:04 WIB · aindari · 👁 982 dibaca

Pemerintah menyusun peta jalan pencampuran etanol ke dalam bensin secara bertahap, dimulai dari E10 pada 2027 menuju E20 pada 2028-2029, dengan prioritas membangun industri etanol dalam negeri terlebih dahulu.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah merampungkan kajian kebijakan mandatori pencampuran etanol ke dalam bahan bakar minyak. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa target awal penerapan adalah campuran 10 persen etanol atau E10 yang direncanakan mulai berlaku pada 2027. Setelah tahap tersebut berjalan, pemerintah akan meningkatkan komposisi menjadi E20 secara penuh pada periode 2028-2029.

Kajian mengenai kebijakan ini telah dimulai sejak 2025 dan kini disebut hampir rampung. Hasil kajian tersebut akan menjadi landasan penyusunan peta jalan penerapan mandatori etanol secara bertahap. Bahlil menyampaikan hal ini usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin.

Motivasi utama di balik kebijakan ini adalah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin. Namun pemerintah menyadari risiko bahwa penerapan mandatori etanol justru bisa memicu lonjakan impor etanol itu sendiri jika kapasitas produksi domestik belum memadai. Oleh karena itu, dalam satu hingga dua tahun ke depan, fokus pemerintah diarahkan pada pembangunan industri etanol dan penyiapan bahan baku di dalam negeri sebelum kewajiban pencampuran diberlakukan secara penuh.

Bahan baku etanol yang diproyeksikan digunakan meliputi singkong, tebu, jagung, serta sejumlah tanaman lain yang tersedia secara lokal. Pemerintah juga tengah mengembangkan perkebunan tebu yang terintegrasi dengan industri hilir untuk memperkuat rantai pasokan. Pendekatan ini dimaksudkan agar Indonesia tidak sekadar mengganti satu jenis impor dengan impor komoditas lain.

Strategi penerapan bertahap ini mengadopsi model yang sudah terbukti pada program biodiesel nasional. Sebelumnya, Indonesia berhasil menaikkan komposisi campuran biodiesel dari B10, lalu B20, B30, hingga mencapai B50 saat ini. Pola serupa akan diterapkan pada program etanol agar industri dan konsumen dapat beradaptasi secara gradual.

Balhlil juga menyinggung model industri tebu di Brasil sebagai referensi. Di negara tersebut, pabrik pengolahan tebu memiliki fleksibilitas untuk mengalihkan produksi antara gula dan etanol tergantung kondisi harga pasar. Ketika harga etanol lebih menguntungkan, produksi dialihkan ke etanol, dan sebaliknya saat harga gula lebih tinggi. Pemerintah Indonesia berencana menerapkan model serupa dengan melibatkan sejumlah perusahaan dan industri yang saat ini sedang dalam tahap pematangan.

Dengan rencana ini, Indonesia berupaya membangun ekosistem energi terbarukan berbasis etanol yang mandiri. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur industri dan ketersediaan bahan baku domestik dalam dua tahun mendatang sebelum mandatori E20 diberlakukan sepenuhnya.

Tag: BBM etanol, E10 E20, Bahlil Lahadalia, energi terbarukan, biodiesel