Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Kementan Optimalkan Anggaran demi Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

2026-07-21 06:05 WIB · aindari · 👁 920 dibaca

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan seluruh anggaran kementerian diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup petani dan mempercepat swasembada pangan berkelanjutan.

Dalam forum Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memaparkan bahwa pengelolaan anggaran Kementerian Pertanian difokuskan pada dua sasaran utama: mendongkrak kesejahteraan petani dan mengakselerasi pencapaian swasembada pangan. Rapat tersebut membahas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian untuk Tahun Anggaran 2025 sekaligus Rencana Kerja dan Anggaran tahun 2027.

Dari sisi pendapatan, Kementan mencatatkan realisasi sebesar Rp501 miliar sepanjang 2025, naik 43,79 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini didorong terutama oleh peningkatan penjualan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku serta penerimaan kembali belanja dari tahun anggaran sebelumnya. Adapun realisasi belanja tercatat Rp25,09 triliun yang dialokasikan untuk mempercepat berbagai program strategis pembangunan sektor pertanian.

Posisi keuangan kementerian juga menunjukkan penguatan. Per 31 Desember 2025, total aset Kementan tercatat Rp86,16 triliun dengan nilai ekuitas mencapai Rp83,39 triliun, tumbuh 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Angka-angka ini, menurut Sudaryono, mencerminkan komitmen kementerian dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada hasil nyata.

Salah satu pencapaian yang disoroti adalah keberhasilan Kementan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan 2025. Sudaryono menyebut predikat tersebut bukan sekadar capaian administratif, melainkan cerminan bahwa setiap rupiah anggaran negara telah digunakan secara tepat sasaran untuk memperkuat sektor pertanian. Menurutnya, raihan itu merupakan buah kerja keras seluruh jajaran kementerian dalam menjaga akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan keuangan.

Dari pihak legislatif, apresiasi datang dari dua anggota Komisi IV DPR RI. Ketut Suhendra menilai konsistensi Kementan mempertahankan opini WTP menunjukkan solidnya sistem pengelolaan keuangan dan pengawasan internal di lingkungan kementerian. Sementara itu, Muhammad Habibur Rochman menekankan bahwa keberhasilan Kementan tidak hanya terlihat dari opini auditor, tetapi juga dari kenaikan signifikan penerimaan negara yang mencapai hampir 44 persen.

Dengan capaian keuangan yang membaik dan tata kelola yang semakin transparan, Kementerian Pertanian menargetkan anggaran ke depan tetap diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Sudaryono menegaskan bahwa setiap program harus memberikan manfaat langsung bagi petani, mendorong peningkatan produksi pangan, dan mendukung tercapainya kemandirian pangan secara berkelanjutan.

Tag: Kementerian Pertanian, swasembada pangan, anggaran pertanian, opini WTP, kesejahteraan petani