Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Peternakan

Kontes Ternak Jadi Senjata Kabupaten Sorong Perbaiki Kualitas Sapi Bali

2026-07-30 17:06 WIB · aindari · 👁 487 dibaca

Pemkab Sorong menggelar kontes ternak bagi 46 ekor sapi bali di enam distrik untuk menekan tren penurunan mutu genetik yang dipicu kebiasaan peternak menjual bibit terbaik mereka.

Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menjadikan kontes ternak sebagai instrumen perbaikan genetik sapi bali. Program yang dibiayai dana Otonomi Khusus ini dirancang untuk mengidentifikasi ternak berkualitas tinggi agar dapat dipertahankan sebagai bibit unggul, sekaligus mendorong populasi ternak yang lebih produktif di daerah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, Margariet Beatriks Hendrika Nauw, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan kecenderungan penurunan kualitas genetik dan bobot badan sapi bali dari tahun ke tahun. Penyebab utamanya bukan faktor alam, melainkan perilaku peternak itu sendiri — mereka cenderung menjual ternak dengan mutu terbaik ke pasar, sementara ternak berkualitas lebih rendah justru dipertahankan sebagai indukan. Akibatnya, keturunan yang dihasilkan terus mengalami degradasi genetik.

Sapi bali dipilih sebagai fokus program bukan tanpa alasan. Jenis ini merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang terbukti mampu beradaptasi di wilayah beriklim tropis termasuk Papua, serta memiliki daya tahan lingkungan yang lebih baik dibanding beberapa ras sapi lain yang memerlukan sistem pemeliharaan lebih intensif dan kompleks.

Kontes ternak tahun 2026 digelar di enam distrik dengan total 46 ekor sapi bali yang diperlombakan. Penilaian dibagi dalam tiga kategori: pejantan unggul, betina produktif, dan ternak hasil inseminasi buatan. Tim juri terdiri dari dua dosen Fakultas Peternakan Universitas Papua serta seorang pensiunan pegawai dinas yang berpengalaman di bidang penilaian ternak — komposisi yang dirancang untuk menjaga independensi dan objektivitas proses seleksi.

Para pemenang mendapatkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Margariet menyebut apresiasi ini bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk motivasi agar peternak mulai mengubah kebiasaan — mempertahankan ternak terbaik mereka sebagai pejantan maupun indukan demi menghasilkan bibit generasi berikutnya yang lebih unggul.

Dinas berharap program ini pada akhirnya mampu meningkatkan produktivitas ternak secara keseluruhan dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar, khususnya bagi peternak dari kalangan Orang Asli Papua. Dengan perbaikan mutu genetik yang berkelanjutan, sapi bali di Kabupaten Sorong diharapkan menjadi komoditas peternakan yang semakin kompetitif dan menguntungkan.

Tag: sapi bali, kontes ternak, Kabupaten Sorong, genetik ternak, Papua Barat Daya