Istana Tegaskan Arah Kerja Prabowo Bukan untuk Kejar Angka Survei
2026-07-31 06:13 WIB · aindari · 👁 693 dibaca

Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan seluruh program pemerintah berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan pada hasil survei kepuasan publik.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tolok ukur kinerjanya bukan angka dalam survei, melainkan realisasi program yang berpihak pada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons hasil survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang dirilis pada pekan terakhir Juli 2026.
Prasetyo, yang juga menjabat Juru Bicara Presiden, menyampaikan sikapnya kepada wartawan saat dalam perjalanan darat dari Batang, Jawa Tengah, menuju Jakarta pada Kamis malam, 30 Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan di dalam gerbong Kereta Api Nusantara Explorer. Ia menegaskan bahwa sejak awal pemerintah tidak pernah menjadikan survei sebagai target kerja.
Menurutnya, program-program yang kini berjalan di seluruh kementerian dan lembaga merupakan kelanjutan dari janji kampanye Prabowo pada Pilpres 2024. Ia menyebut sejumlah prioritas yang tengah dikejar, antara lain ketahanan pangan, kemandirian energi, industrialisasi, dan hilirisasi. Prasetyo meyakini rakyat pada akhirnya akan menerima dan merasakan manfaat dari program-program tersebut sebagai bagian dari cita-cita bersama menuju bangsa yang maju, sejahtera, dan mandiri.
Adapun survei SMRC yang memicu respons Istana itu dilaksanakan pada 5 hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia berhak pilih. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan terhadap pemerintah sebesar 51,1 persen — terdiri dari 4,8 persen yang menyatakan sangat puas dan 46,3 persen yang menyatakan cukup puas. Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani memaparkan temuan itu saat merilis survei pada Minggu, 26 Juli 2026.
Metode pengumpulan data survei tersebut menggunakan wawancara telepon untuk 83,8 persen responden, sementara sisanya sebesar 16,2 persen diwawancara secara tatap muka. Responden dipilih secara acak dengan margin of error sekitar 3,7 persen.
Sikap Istana yang memisahkan orientasi kerja dari hasil survei mencerminkan posisi pemerintah yang ingin dinilai dari dampak nyata kebijakan di lapangan, bukan dari persepsi sesaat. Meski demikian, angka kepuasan publik yang melampaui separuh responden tetap menjadi sinyal awal yang relevan bagi pemerintahan yang baru melewati tahun pertamanya.
Tag: Prabowo Subianto, survei SMRC, Prasetyo Hadi, kepuasan publik, kinerja pemerintah