Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Petani Tebu Dukung Pabrik Gula Rafinasi Wajib Tanam Tebu Sendiri demi Swasembada

2026-07-31 06:15 WIB · aindari

APTRI mendukung kebijakan pemerintah yang mewajibkan pabrik gula rafinasi membangun kebun tebu sendiri sebagai bagian dari strategi memperkuat industri gula nasional dari hulu ke hilir.

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang mewajibkan pabrik gula rafinasi membangun kebun tebu sendiri. Ketua Dewan Pembina DPP APTRI, HM Arum Sabil, menilai langkah ini penting agar pabrik gula rafinasi tidak hanya berperan sebagai pengolah gula mentah impor, tetapi juga berkontribusi aktif di sektor hulu melalui investasi perkebunan dan kemitraan dengan petani lokal.

Menurut Arum, pabrik gula rafinasi perlu menjadi bagian yang menyatu dalam rantai industri pergulaan nasional. Ia menegaskan bahwa Pabrik Gula Kristal Putih dan Pabrik Gula Rafinasi merupakan dua pilar yang seharusnya saling menopang, bukan berjalan sendiri-sendiri. Penguatan sektor ini, kata dia, harus melibatkan seluruh pelaku industri secara menyeluruh.

Data terbaru menunjukkan tren positif di sektor pergulaan. Pada 2026, luas areal tebu nasional bertambah dari 563 ribu hektare menjadi sekitar 576.537 hektare. Produktivitas lahan pun meningkat dari 69,35 ton per hektare menjadi 70,87 ton per hektare, sementara rendemen naik dari 6,83 persen menjadi 7,45 persen. Peningkatan ini mendorong proyeksi produksi Gula Kristal Putih nasional mencapai sekitar 3,044 juta ton pada 2026, naik dari 2,67 juta ton pada tahun sebelumnya.

Angka produksi tersebut diperkirakan sudah melampaui kebutuhan gula konsumsi rumah tangga nasional yang berada di kisaran 2,9 juta ton per tahun. Namun, kebutuhan gula untuk industri makanan dan minuman masih jauh lebih besar, yakni sekitar 3,8 hingga 3,9 juta ton per tahun. Kesenjangan inilah yang mendorong pemerintah terus memperkuat hilirisasi industri gula agar ketergantungan pada bahan baku impor bisa ditekan secara bertahap.

Kementerian Pertanian turut mengakselerasi sejumlah program strategis, mulai dari peremajaan kebun tebu, penggunaan benih unggul, mekanisasi budidaya, penyediaan pupuk, pembangunan infrastruktur, hingga revitalisasi pabrik gula. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa swasembada gula hanya bisa tercapai jika sektor hulu dan hilir bergerak secara bersamaan dan terpadu.

Amran menambahkan bahwa ketersediaan bahan baku yang memadai menjadi kunci agar setiap pabrik gula mampu meningkatkan kapasitas produksinya sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani tebu. Ia menyebut sinergi antara pemerintah, petani, BUMN, dan pelaku industri sebagai fondasi untuk mewujudkan industri gula nasional yang tangguh dan berdaya saing, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ekonomi nasional melalui hilirisasi.

Tag: gula rafinasi, swasembada gula, APTRI, tebu, hilirisasi pertanian