Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Cegah Karhutla, Fasilitator Desa di Kalbar Dilatih dan Kelompok MPA Dapat Bantuan Kambing Etawa

2026-07-31 17:10 WIB · aindari · 👁 578 dibaca

Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan bersama JICA memadukan pelatihan fasilitator berbasis masyarakat dengan program peternakan kambing untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kini menggabungkan dua pendekatan sekaligus: penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi warga. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan bersama Community Movement Program (CMP) Japan International Cooperation Agency (JICA) menjalankan program terpadu ini sebagai bagian dari strategi pencegahan karhutla yang lebih berakar di tingkat desa.

Salah satu kegiatan utama program ini adalah lokalatih peningkatan kapasitas mentor fasilitator dan fasilitator Manggala Agni Pendamping Desa (MAPD). Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Dalkarhut, Sahat Irawan Manik, menjelaskan pelatihan tersebut dirancang agar peserta mampu mendampingi masyarakat secara langsung menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) — sebuah metode yang mendorong warga terlibat aktif dalam mengenali risiko dan mengambil tindakan pencegahan kebakaran.

Menurut Sahat, fasilitator yang terlatih diharapkan menjadi penggerak perubahan di lapangan, sekaligus mampu melatih anggota Manggala Agni lainnya agar bersikap adaptif dan solutif dalam menghadapi ancaman karhutla. Program lokalatih ini telah diterapkan di seluruh Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni yang tersebar di Kalimantan Barat.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, menegaskan keberhasilan pengendalian karhutla tidak bisa hanya mengandalkan kesiapan petugas. Keterlibatan masyarakat yang didampingi fasilitator kompeten menjadi faktor kunci, dan pendekatan pemberdayaan desa dinilai penting untuk membangun kemandirian jangka panjang dalam mencegah kebakaran.

Sebagai bagian dari tindak lanjut program, tim Balai Dalkarhut bersama CMP JICA melakukan monitoring di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Di desa ini, Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Karimunting menerima bantuan hibah 12 ekor kambing Etawa yang dikelola menggunakan teknologi pakan fermentasi dan silase berbahan limbah vegetasi dari pembersihan lahan.

Inovasi yang diberi nama "MPA Karimunting Bersinar" ini memiliki dua manfaat sekaligus. Limbah tebasan yang sebelumnya kerap dibakar — dan berpotensi memicu kebakaran — kini diolah menjadi pakan ternak bernilai ekonomi. Dengan cara itu, praktik pembakaran sisa vegetasi dapat dikurangi, sementara warga mendapat peluang usaha peternakan yang baru.

Sahat menyebut model kolaborasi antara Balai Dalkarhut dan CMP JICA ini sebagai contoh yang bisa direplikasi oleh desa-desa lain. Penguatan kapasitas manusia dan pemberdayaan ekonomi lokal, menurutnya, bukan dua hal yang terpisah, melainkan dapat berjalan beriringan untuk membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tag: karhutla, Kalimantan Barat, JICA, Manggala Agni, pemberdayaan masyarakat