Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Gula 10 Kg untuk Sopir Terbaik: Cara PG Ngadiredjo Jaga Mutu Bahan Baku Tebu

2026-08-01 06:08 WIB · aindari · 👁 868 dibaca

PG Ngadiredjo di Kediri memberi penghargaan berupa gula kepada sopir truk yang mengangkut tebu berkualitas tertinggi setiap pekan.

Pabrik Gula Ngadiredjo di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menerapkan pendekatan insentif langsung untuk mendorong kualitas bahan baku tebu yang masuk ke fasilitas pengolahannya. Setiap Jumat, pabrik ini membagikan masing-masing 10 kilogram gula kepada sopir truk yang terbukti mengangkut tebu kategori A — mutu tertinggi dalam sistem klasifikasi yang berlaku di pabrik tersebut.

Plh. General Manager PG Ngadiredjo, Faiz Humami, menyebut program bertajuk Jumat Berkah ini dirancang sebagai motivasi agar para pengemudi secara konsisten menyetorkan tebu yang memenuhi prinsip Manis, Bersih, dan Segar (MBS). Menurutnya, kualitas bahan baku tebu merupakan salah satu penentu utama mutu gula kristal putih yang dihasilkan, sehingga seleksi ketat di tahap penerimaan menjadi bagian penting dari proses produksi.

Manajer Tanaman PG Ngadiredjo, Sabar Dwi Komaruddin, menjelaskan bahwa sistem penerimaan bahan baku di pabrik ini menggunakan tujuh kategori, dari A hingga G. Tebu kategori A adalah yang paling bersih: bebas dari daduk atau daun kering, menggunakan tali tutus, serta tidak mengandung sogolan (tunas baru), pucuk, maupun material asing. Kategori B masih mentoleransi sedikit pucuk dan daduk, namun tanpa sogolan. Sementara kategori C mencakup tebu yang mengandung sogolan, pucuk, dan daduk, termasuk hasil panen mesin pemanen tebu, selama tidak ada material nontebu.

Kategori yang lebih rendah mencerminkan kondisi tebu yang semakin jauh dari standar ideal. Kategori D mengandung banyak sogolan, daduk, dan tali pucuk. Kategori E adalah tebu yang terbakar, kategori F adalah tebu yang masih bercampur material asing seperti tanah, batu, atau daun, sedangkan kategori G adalah tebu brondolan atau potongan batang kecil yang tercecer.

Sabar mengajak para sopir untuk aktif memilih dan menyetorkan tebu terbaik, dengan menegaskan bahwa menjaga mutu bukan hanya kepentingan pabrik, melainkan juga peluang bagi pengemudi untuk mendapatkan apresiasi rutin dari program tersebut.

Dalam musim giling 2026, PG Ngadiredjo menargetkan operasi selama 200 hari dengan total volume giling mencapai 11 juta kuintal tebu dan produksi gula sebesar 80 ribu ton. Proses penggilingan saat ini masih berlangsung, dan program insentif mingguan ini menjadi salah satu upaya pabrik untuk memastikan pasokan bahan baku yang masuk tetap berada pada standar kualitas yang diharapkan sepanjang musim giling.

Tag: tebu, pabrik gula, Kediri, kualitas bahan baku, gula kristal putih