Polda Kalsel: Balapan Liar Diduga Terorganisasi dengan Jaringan Judi Terselubung
2026-08-01 06:10 WIB · aindari · 👁 540 dibaca

Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan menduga balapan liar di wilayahnya bukan sekadar kenakalan jalanan, melainkan melibatkan bandar dan sistem taruhan yang terorganisasi.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan mengungkap dugaan bahwa balapan liar yang marak terjadi di sejumlah ruas jalan di provinsi itu memiliki dimensi kejahatan yang lebih serius dari sekadar pelanggaran lalu lintas. Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol. Fahri Siregar menyatakan bahwa praktik perjudian diduga kuat menjadi salah satu penggerak utama fenomena tersebut.
Menurut Fahri, balapan liar yang terjadi di berbagai titik wilayah Kalsel diduga melibatkan pihak yang berperan sebagai bandar dan pemasang taruhan. Lebih jauh, kegiatan itu bahkan dipromosikan secara aktif untuk menarik kerumunan penonton — sebuah pola yang menunjukkan adanya unsur pengorganisasian di balik aksi ilegal tersebut.
Mengingat dugaan keterlibatan tindak pidana di luar pelanggaran lalu lintas, penanganannya tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada satuan lalu lintas. Fahri menegaskan bahwa apabila unsur pidana lain terbukti, penindakan akan melibatkan fungsi Samapta, Intelijen, serta Reserse Kriminal secara terpadu.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petugas adalah mobilitas para pelaku. Patroli rutin yang selama ini dijalankan belum mampu memberikan efek jera yang signifikan karena pelaku kerap berpindah lokasi untuk menghindari aparat. Sejumlah kawasan yang menjadi titik perhatian meliputi Jalan Ahmad Yani Kilometer 5 Banjarmasin hingga Liang Anggang di Banjarbaru, Jalan Lingkar Selatan, serta kawasan Gambut di Kabupaten Banjar. Sebagai respons, kepolisian mengedepankan patroli preventif — membubarkan kerumunan sebelum balapan sempat dimulai, sekaligus menindak setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Di sisi lain, Fahri juga memaparkan kondisi keselamatan lalu lintas secara umum di Kalsel. Data Road Safety Index menunjukkan adanya perbaikan sekitar 6,6 persen pada triwulan kedua 2026 dibanding triwulan pertama. Namun, bila dilihat secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2026, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas di Kalsel masih mencatat tren peningkatan dibanding periode yang sama sebelumnya. Satu catatan positif muncul dari angka korban meninggal dunia yang justru mengalami penurunan.
Fahri menekankan bahwa target kepolisian bukan semata menekan angka kematian akibat kecelakaan, tetapi juga mengurangi frekuensi kejadian kecelakaan itu sendiri. Untuk mencapai kedua sasaran tersebut, Ditlantas Polda Kalsel tetap mengandalkan strategi 5E: Education, Encouragement, Enforcement of Law, Engineering, dan Emergency Response sebagai kerangka kerja jangka panjang.
Tag: balapan liar, judi, Polda Kalsel, kecelakaan lalu lintas, Kalimantan Selatan