Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Hampir 6.600 Pasar Pangan Murah Digelar di 38 Provinsi, Pemerintah Klaim Berhasil Tekan Inflasi

2026-08-01 17:04 WIB · aindari · 👁 812 dibaca

Badan Pangan Nasional mencatat pelaksanaan gerakan pangan murah mencapai 6.589 kali hingga Juli 2026, dengan data menunjukkan daerah yang rutin menggelar program ini cenderung memiliki inflasi lebih terkendali.

Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, pemerintah telah menggelar program gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 6.589 kali yang tersebar di 38 provinsi dan 448 kabupaten/kota. Program ini menjadi salah satu senjata utama untuk menjaga harga bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah tekanan inflasi.

Direktur Stabilisasi Pangan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan data tersebut saat pelaksanaan GPM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan di Tasikmalaya itu melibatkan kolaborasi antara Bapanas, pemerintah kota, anggota DPR RI, dan DPD, yang menurut Maino menunjukkan sinergi berbagai pihak dalam menjaga keterjangkauan pangan.

Data inflasi Juni 2026 memperkuat argumen efektivitas program ini. Secara nasional, inflasi tercatat 3,34 persen, sementara Jawa Barat berada sedikit di bawahnya pada angka 3,08 persen. Kota Tasikmalaya bahkan mencatat angka lebih rendah lagi, yakni 2,72 persen — turun dari 2,82 persen pada bulan sebelumnya. Maino menyebut daerah yang konsisten menyelenggarakan GPM secara rutin cenderung memiliki tingkat inflasi yang lebih stabil.

Dari segi frekuensi pelaksanaan, Jawa Tengah memimpin secara nasional dengan 910 kali penyelenggaraan GPM dan mencatatkan inflasi Juni 2026 sebesar 2,92 persen. Jawa Barat menyusul sebagai salah satu dari tiga provinsi teratas dengan 754 kali pelaksanaan. Korelasi antara intensitas GPM dan terkendalinya inflasi di kedua provinsi tersebut menjadi indikasi bahwa keberadaan pasar murah berkontribusi terhadap keterjangkauan harga pangan pokok.

Komoditas yang dijual dalam program GPM mencakup kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng kemasan, dan gula pasir. Selain itu, tersedia pula sumber protein hewani berupa telur ayam ras, daging ayam segar, dan daging sapi beku, semuanya ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar.

Maino menegaskan bahwa intensifikasi GPM ini merupakan bagian dari arahan Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Instruksinya jelas: GPM harus terus digalakkan bersama pemerintah daerah dan melibatkan kolaborasi seluas mungkin dengan berbagai pemangku kepentingan agar program ini menjadi instrumen signifikan dalam menstabilkan harga pangan di seluruh Indonesia.

Tag: gerakan pangan murah, Bapanas, inflasi pangan, stabilitas harga, ketahanan pangan