Kolam Budi Daya Ikan Seluas 15,6 Hektare di Padang Pariaman Ditargetkan Pulih Akhir September 2026
2026-08-02 06:04 WIB · aindari · 👁 909 dibaca

Pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi merehabilitasi kolam budi daya ikan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025 di Kabupaten Padang Pariaman.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pemulihan seluruh kolam budi daya ikan yang mengalami kerusakan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, rampung paling lambat akhir September 2026. Total lahan yang perlu direhabilitasi mencapai 15,6 hektare, yang semuanya rusak akibat bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor pada penghujung tahun 2025.
Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura menyampaikan harapan tersebut saat berkunjung ke Padang Pariaman pada Sabtu. Menurutnya, target tersebut penting agar masyarakat setempat dapat segera kembali bekerja dan meraih manfaat ekonomi dari kegiatan budi daya ikan. Ia juga menekankan bahwa upaya rehabilitasi ini sejalan dengan visi mewujudkan swasembada protein nasional.
Dalam proses pemulihan, pemerintah daerah Padang Pariaman telah mengambil langkah awal dengan membangun dan memperbaiki sarana irigasi kolam. Sementara itu, pemerintah pusat turut mendukung dengan menyalurkan bantuan berupa alat berat mini untuk mempercepat perbaikan saluran air dan kolam-kolam yang mengalami kerusakan parah. Alat berat tersebut diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah setempat agar pemanfaatannya tidak hanya terbatas pada rehabilitasi pascabencana, tetapi juga bisa digunakan untuk mengembangkan kawasan sentra produksi budi daya ikan di wilayah tersebut.
Selain alat berat, KKP juga menyalurkan berbagai bentuk stimulus lain kepada para pembudi daya. Bantuan tersebut meliputi benih ikan, pakan, mesin kapal nelayan, serta sarana pendingin. Paket stimulus ini dirancang untuk mendorong para pelaku usaha perikanan agar dapat segera memulai kembali aktivitas produksi mereka.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyatakan bahwa bantuan dari pemerintah pusat, termasuk satu unit ekskavator, sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak bencana. Ekskavator tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki lahan, jaringan irigasi, dan jalan produksi yang menjadi penunjang utama aktivitas perikanan di daerahnya.
Menurut Bupati, pemulihan infrastruktur yang rusak menjadi kunci agar roda ekonomi masyarakat di sektor perikanan dapat berputar kembali secara optimal pascabencana. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan dampak bencana ini diharapkan mampu mengembalikan produktivitas budi daya ikan di Padang Pariaman sesuai target yang telah ditetapkan.
Tag: budi daya ikan, Padang Pariaman, KKP, rehabilitasi pascabencana, perikanan