Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Enam Tanda Mata Mulai Minus yang Sering Diabaikan

2026-08-03 06:07 WIB · aindari · 👁 576 dibaca

Dari pandangan buram hingga kebiasaan memicingkan mata, kenali gejala miopi sejak dini sebelum mengganggu aktivitas sehari-hari.

Miopi, atau yang lebih dikenal sebagai mata minus, merupakan gangguan refraksi di mana cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan di depannya. Akibatnya, benda-benda yang berada di kejauhan tampak buram, sementara objek dekat masih bisa dilihat dengan cukup jelas. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, namun paling sering muncul sejak masa kanak-kanak hingga remaja dan cenderung bertambah seiring pertumbuhan tubuh.

Bila dibiarkan tanpa penanganan, mata minus dapat menghambat berbagai aktivitas penting, mulai dari belajar di sekolah, bekerja di depan layar, hingga berkendara di jalan raya. Karena itu, mengenali gejalanya lebih awal menjadi langkah penting sebelum kondisi semakin memburuk.

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mata minus. Riwayat keluarga dengan kondisi serupa menjadi salah satu pemicu utama. Selain faktor genetik, kebiasaan sehari-hari turut berperan, seperti terlalu lama menatap layar gawai, membaca dalam pencahayaan redup, serta kurangnya aktivitas di luar ruangan — terutama pada anak-anak. Meski penggunaan gawai tidak secara langsung menyebabkan miopi, kebiasaan melihat objek jarak dekat dalam durasi panjang tanpa jeda diyakini dapat mempercepat perkembangannya.

Adapun tanda-tanda yang perlu diwaspadai cukup beragam. Gejala paling umum adalah pandangan jauh yang mulai kabur — tulisan di papan tulis, rambu lalu lintas, atau wajah orang dari kejauhan sulit dikenali. Selain itu, mata yang dipaksa terus memfokuskan objek jauh akan menegangkan otot-ototnya, sehingga memicu sakit kepala di area dahi dan sekitar mata. Rasa lelah dan pegal pada mata juga kerap muncul, disertai sensasi perih, panas, gatal, atau berair meski aktivitas yang dilakukan tidak terlalu lama.

Dua kebiasaan lain yang sering muncul tanpa disadari adalah memicingkan mata dan mengucek mata. Saat memicingkan mata, cahaya yang masuk menjadi lebih terfokus sehingga objek terlihat sedikit lebih jelas untuk sementara — ini merupakan ciri khas miopi. Sementara mengucek mata adalah respons refleks terhadap pandangan yang kabur, meski tindakan ini tidak memperbaiki penglihatan dan justru berisiko menimbulkan iritasi bila dilakukan berulang. Kebiasaan mendekatkan buku, ponsel, atau benda lain ke wajah agar terlihat lebih jelas juga menjadi sinyal yang patut diperhatikan.

Pemeriksaan mata sebaiknya segera dilakukan apabila pandangan jauh terus-menerus kabur, sulit membaca tulisan di papan atau layar presentasi, sering sakit kepala setelah beraktivitas, mata cepat lelah saat membaca, atau kesulitan melihat rambu ketika berkendara. Dokter spesialis mata atau optometris akan menentukan apakah diperlukan kacamata, lensa kontak, atau penanganan lain sesuai kondisi masing-masing pasien.

Tag: mata minus, miopi, kesehatan mata, gangguan penglihatan, gejala mata