Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hukum

Lima Kasus Kriminal Guncang Jakarta: Mutilasi, Ratusan Senjata di Sekolah, hingga Narkoba

2026-08-07 06:16 WIB · aindari · 👁 584 dibaca

Serangkaian peristiwa kriminal menonjol terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 6 Juli, mencakup kasus pembunuhan berencana, temuan senjata massal di lingkungan pendidikan, hingga peredaran narkotika.

Kamis, 6 Juli menjadi hari yang padat dengan laporan kriminal di Jakarta dan kota-kota penyangganya. Polda Metro Jaya bersama jajaran kepolisian wilayah mengungkap sejumlah kasus serius, mulai dari pembunuhan disertai mutilasi hingga temuan ratusan senjata api di dalam lingkungan sekolah swasta.

Dalam kasus pembunuhan berencana di Kota Depok, penyidik Polda Metro Jaya tengah mendalami kemungkinan adanya hubungan sesama jenis antara tersangka berinisial SA alias Saepullah dengan korban, Kunaefi (51), yang tewas dengan kondisi tubuh termutilasi. Kanit 1 Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, menyebut pendalaman itu bertumpu pada keterangan para saksi serta analisis terhadap ponsel milik tersangka.

Tak kalah mengejutkan, sebanyak 995 pucuk senjata api ditemukan tersimpan di dalam sebuah ruangan tertutup di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bersama senjata-senjata itu, petugas turut menemukan narkoba dan keping CD video porno. Kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanto, membenarkan temuan tersebut saat memberikan keterangan di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa ruangan itu semula hendak dibuka untuk keperluan kegiatan sekolah. Saat pintu dibuka, pihak yayasan justru mendapati tumpukan benda yang belakangan diidentifikasi sebagai senjata. Untung menyebut senjata-senjata tersebut merupakan jenis airsoft gun dengan laras polos tanpa alur, yang menurutnya berpotensi membahayakan jiwa.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Jakarta Utara mengambil langkah antisipatif terhadap potensi kerawanan sosial di wilayahnya. Melalui forum diskusi terpumpun yang digelar Forum Komunikasi Pimpinan Kota Jakarta Utara, seluruh titik rawan tawuran dan konflik sosial akan dipetakan secara menyeluruh. Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi, menegaskan pemetaan itu dimaksudkan sebagai dasar penyusunan langkah pencegahan agar insiden tawuran berujung kematian tidak terulang.

Sementara itu, Polsek Kembangan berhasil membongkar dua kasus narkoba di wilayah Cengkareng Timur dan Jelambar, Jakarta Barat. Dari dua pengungkapan tersebut, polisi menyita lebih dari 75 ribu butir obat keras dan psikotropika, 70 vape etomidate, serta lebih dari satu kilogram sabu yang diduga siap diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Kapolsek Kembangan, Kompol Moch Taufik Iksan, memimpin langsung pengungkapan kasus ini.

Tag: kriminal Jakarta, mutilasi Depok, senjata api sekolah, narkoba Jakarta Barat, Polda Metro Jaya