Hampir 15 Ribu Barang Tertinggal di Kereta dan Stasiun Sepanjang Semester Pertama 2026
2026-08-09 06:05 WIB · aindari · 👁 925 dibaca

KAI mencatat 14.890 barang temuan senilai sekitar Rp10,84 miliar selama Januari–Juli 2026 dan mengimbau penumpang lebih cermat memeriksa barang bawaan sebelum turun.
Menjelang akhir pekan yang biasanya diwarnai lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mengingatkan para pelanggan agar tidak lupa memeriksa seluruh barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun. Imbauan ini dilatarbelakangi data internal perusahaan yang menunjukkan angka barang tertinggal cukup tinggi sepanjang paruh pertama 2026.
Berdasarkan catatan KAI, selama periode Januari hingga Juli 2026 tercatat 14.890 barang temuan di berbagai wilayah operasional dengan estimasi nilai total mencapai sekitar Rp10,84 miliar. Rinciannya terdiri atas 10.795 barang kategori biasa, 3.371 barang berharga, dan 724 berupa makanan. Barang-barang berharga yang berhasil diamankan petugas meliputi ponsel, tablet, laptop, perhiasan, uang tunai, serta berbagai perangkat elektronik dan barang pribadi bernilai lainnya.
Khusus pada Juli 2026, jumlah barang temuan bertambah 2.234 item, termasuk 502 di antaranya tergolong barang berharga. Estimasi nilai barang temuan pada bulan itu saja mencapai sekitar Rp1,98 miliar. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kelalaian memeriksa barang bawaan masih kerap terjadi, terutama saat kondisi stasiun ramai.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat di akhir pekan perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap barang bawaan. Hal ini terutama berlaku bagi penumpang yang bepergian bersama keluarga atau membawa banyak barang. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mengecek ulang rak bagasi, tempat duduk, dan area sekitar sebelum turun bisa mencegah kejadian barang tertinggal.
Dari sisi penanganan, KAI menyebut bahwa hingga akhir Juli 2026 sebanyak 7.066 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya melalui layanan Lost and Found setelah melewati proses pencatatan dan verifikasi. Artinya, hampir separuh dari total barang temuan sudah kembali ke tangan pemilik yang sah.
Bagi penumpang yang menyadari barangnya tertinggal, KAI mengimbau agar segera melapor kepada petugas terdekat seperti Customer Service, Passenger Service, kondektur, atau petugas keamanan. Informasi yang perlu disiapkan antara lain nama atau nomor kereta api, relasi perjalanan, nomor kereta dan tempat duduk, waktu perjalanan, serta ciri-ciri barang. Petugas akan berkoordinasi dengan tim di atas rangkaian dan stasiun terkait untuk melakukan pencarian. Jika barang ditemukan, pengambilan dapat dilakukan setelah verifikasi kepemilikan dengan membawa identitas dan bukti perjalanan.
Penumpang yang sudah meninggalkan stasiun tetap bisa menyampaikan laporan melalui Contact Center KAI121 di nomor 121, email [email protected], atau media sosial resmi KAI121. Anne menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antarpetugas dan pengelolaan layanan Lost and Found agar setiap barang temuan dapat dikembalikan secepat mungkin kepada pemiliknya.
Tag: KAI, barang tertinggal, Lost and Found, kereta api, transportasi