Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Yayasan Gandeng KPAI dan DPR Cari Solusi

2026-08-10 06:09 WIB · aindari · 👁 625 dibaca

Yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang bergerak cepat meminta pendampingan KPAI, DPR, dan Kemendikdasmen setelah ratusan senjata ditemukan di lingkungan sekolah.

Sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengambil langkah aktif mencari perlindungan dari berbagai lembaga negara menyusul penemuan ratusan senjata di dalam kompleks sekolah tersebut. Yayasan meminta pendampingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar setiap keputusan yang diambil tetap mengutamakan kepentingan siswa.

Kuasa hukum yayasan, Annisa, menyatakan bahwa permintaan audiensi kepada KPAI bukan sekadar untuk melaporkan kejadian, melainkan juga untuk mendapatkan arahan agar langkah-langkah yang diambil pihak sekolah bersifat bijak dan tidak merugikan peserta didik. Pertemuan dengan KPAI dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus, pukul 10.00 WIB, sebagaimana dikonfirmasi kuasa hukum lainnya, Alvon Kurnia Palma.

Selain menemui KPAI, yayasan juga menjalin komunikasi dengan Komisi III dan Komisi X DPR RI. Wakil Ketua Komisi X disebut telah menyatakan keseriusannya mendorong penyelesaian kasus ini karena menyangkut keamanan siswa dan kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Komisi X berencana meminta seluruh aparat penegak hukum dan pihak terkait segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Di sisi lain, yayasan juga berencana mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memohon perlindungan hukum. Alvon menegaskan bahwa kewenangan kementerian tersebut mencakup sekolah dasar dan menengah, sehingga perlindungan dari Kemendikdasmen dinilai penting untuk memastikan penanganan kasus berjalan menyeluruh. Respons positif juga datang dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang sebelumnya telah menanggapi persoalan ini.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada 15 Juli 2026. Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan penemuan 995 pucuk senjata api dan airsoft gun di dalam ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD. Selain senjata dan amunisi, di ruangan yang sama turut ditemukan aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja. Polisi telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal.

Dampak kasus ini langsung dirasakan oleh komunitas sekolah. Pihak sekolah sebelumnya telah menerapkan pembelajaran jarak jauh secara penuh selama sepekan sebagai respons atas situasi tersebut. Yayasan menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan, mulai dari audiensi dengan KPAI hingga surat kepada kementerian, bertujuan memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik tetap terjaga selama proses hukum berlangsung.

Tag: KPAI, temuan senjata, sekolah Jakarta Selatan, keamanan sekolah, DPR RI