Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Habagat dan Dua Siklon Tropis Hantam Filipina, 8 Tewas dan Hampir 500 Ribu Orang Terdampak

2026-08-10 06:11 WIB · aindari · 👁 332 dibaca

Kombinasi angin muson barat daya Habagat dengan siklon tropis Luis dan Maymay memicu banjir dan longsor di berbagai wilayah Filipina, menewaskan delapan orang dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Filipina dilanda bencana berlapis setelah angin muson barat daya yang dikenal sebagai Habagat menguat bersamaan dengan kehadiran dua siklon tropis, Luis dan Maymay. Kombinasi fenomena cuaca itu memicu hujan lebat, banjir, dan tanah longsor di sejumlah kawasan, dengan korban jiwa mencapai delapan orang dan satu lainnya masih dinyatakan hilang hingga Minggu.

Badan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) merinci penyebab kematian yang tersebar di beberapa daerah. Di Rizal, dua orang meninggal akibat longsoran batu. Di Batangas, dua korban jiwa jatuh karena tenggelam dan tersengat listrik, sementara satu warga lainnya di wilayah yang sama masih dalam pencarian. Benguet mencatat dua korban meninggal akibat tanah longsor, dan La Union menyumbang dua kematian lagi dari insiden tenggelam dan sengatan listrik. Tujuh orang di Benguet juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat longsor dan kecelakaan kendaraan.

Dampak kemanusiaan yang lebih luas terasa di sembilan wilayah sekaligus. NDRRMC mencatat sekitar 124 ribu keluarga atau setara 486 ribu jiwa terdampak bencana ini hingga pukul 18.00 waktu setempat. Wilayah yang terkena meliputi Ilocos, Cagayan, Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, Bicol, Visayas Barat, Semenanjung Zamboanga, hingga Daerah Cordillera. Banjir melanda Wilayah I, III, Mimaropa, Calabarzon, dan Cordillera, sedangkan tanah longsor terjadi di Wilayah I, Cordillera, dan Calabarzon.

Sebanyak 119 pusat evakuasi masih beroperasi untuk menampung sekitar 2.500 keluarga atau 8.300 orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Di sisi kerusakan fisik, 170 unit rumah dilaporkan rusak — 13 di antaranya hancur total dan 157 lainnya rusak sebagian. Kerugian infrastruktur ditaksir mencapai 105,5 juta Peso atau sekitar Rp30,95 miliar, sementara sektor pertanian menanggung kerugian sekitar 3,5 juta Peso atau setara Rp1,02 miliar.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai mitra telah menyalurkan bantuan senilai 13,93 juta Peso atau sekitar Rp4,08 miliar kepada keluarga yang terdampak. Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. turut menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah untuk meningkatkan kesiagaan, khususnya menyusul banjir yang merendam Metro Manila dan sejumlah wilayah di Luzon. NDRRMC menyatakan angka korban masih dalam proses validasi.

Tag: Filipina, Habagat, banjir, siklon tropis, bencana alam