Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Anggota DPRD DKI Rogoh Kocek Pribadi Bantu Siswa SMK yang Tertunggak Biaya Sekolah

2026-08-11 06:14 WIB · aindari · 👁 939 dibaca

Hardiyanto Kenneth membayar tunggakan dan menebus seragam siswa SMK Al-Irsyad dari kantong sendiri, sekaligus mendesak Pemda DKI membangun skema bantuan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Seorang siswa SMK Al-Irsyad di Jakarta Pusat bernama Ibrahim nyaris terhambat proses belajarnya karena menunggak biaya administrasi dan belum memiliki seragam sekolah. Kondisi itu berubah setelah pengaduannya sampai ke telinga anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, yang kemudian turun tangan menggunakan uang pribadinya untuk melunasi tunggakan dan menebus seragam siswa tersebut.

Kenneth, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, menyatakan keputusan itu diambil setelah ia mendengar langsung situasi yang dihadapi Ibrahim. Dana yang dipakai berasal dari gaji dan tunjangan yang ia terima sebagai anggota dewan. Baginya, ketika seorang siswa terancam kehilangan akses belajar karena keterbatasan ekonomi, ada tanggung jawab moral yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Kasus Ibrahim bukan satu-satunya. Kenneth mengakui masih banyak keluarga di Jakarta yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak, mulai dari biaya administrasi sekolah hingga perlengkapan seperti seragam. Kondisi ini mendorongnya untuk menyuarakan perlunya kebijakan perlindungan yang lebih kuat dari pemerintah daerah, mencakup pembebasan tunggakan, bantuan seragam gratis, hingga beasiswa bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

Menurut Kenneth, persoalan tunggakan administrasi seharusnya bisa diminimalkan jika mekanisme bantuan pemerintah dirancang lebih tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak dan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa, sehingga tidak boleh ada siswa yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena hambatan biaya.

Kenneth juga menekankan bahwa tanggung jawab memastikan akses pendidikan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Seluruh elemen masyarakat, kata dia, perlu ikut berperan agar tidak ada anak yang putus sekolah akibat kesulitan ekonomi. Ia pun mengajak warga untuk aktif melapor apabila menemukan siswa yang terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan karena alasan serupa.

Sebagai anggota dewan, Kenneth menyatakan akan terus mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kebijakan perlindungan bagi siswa kurang mampu. Ia berkomitmen menggunakan sebagian penghasilannya sebagai bentuk kepedulian selama masih ada ruang untuk membantu, sembari berharap kehadiran wakil rakyat benar-benar bisa dirasakan manfaatnya melalui aksi nyata di lapangan.

Tag: pendidikan, DPRD DKI Jakarta, siswa kurang mampu, bantuan sekolah, Jakarta