Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Tidak Sehat, Pemerintah Pertimbangkan Liburkan Sekolah

2026-08-11 17:10 WIB · aindari · 👁 477 dibaca

Asap karhutla yang menyelimuti Jambi mendorong pemerintah provinsi mengkaji kebijakan libur sekolah, terutama bagi anak usia dini.

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi membuat kualitas udara merosot ke level berbahaya bagi kesehatan. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Jambi untuk mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan bahwa berdasarkan data yang diterimanya, kondisi udara di wilayah tersebut telah melampaui ambang batas kategori kurang sehat. Ia menegaskan pemerintah akan memantau perkembangan selama beberapa hari ke depan sebelum mengambil keputusan. Jika kondisi tidak membaik, pemerintah berencana menerbitkan imbauan penggunaan masker bagi masyarakat, sekaligus mengkaji kemungkinan meliburkan siswa — dengan prioritas utama pada kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dinilai paling rentan.

Data dari aplikasi ISPUnet pada Selasa, 11 Agustus pukul 09.30 WIB menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi berada di angka 105, naik dari sebelumnya 104, dan masih bertahan dalam kategori tidak sehat. Kondisi lebih buruk tercatat di Kabupaten Muaro Jambi, di mana angka ISPU mencapai 157 — juga masuk kategori tidak sehat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengungkapkan total lahan yang terbakar telah melampaui 300 hektare. Titik kebakaran terluas berada di kawasan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, dengan luas terdampak mencapai 50 hektare. Tim gabungan saat ini masih aktif melakukan pemadaman dan pendinginan di berbagai lokasi yang masih memunculkan titik api, termasuk di desa tersebut.

Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiagakan pesawat yang mampu beroperasi siang maupun malam. Pesawat itu akan digunakan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) setiap kali terdeteksi bibit hujan di wilayah terdampak.

Di sisi penegakan hukum, Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memastikan penyelidikan akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta mendorong siapa pun yang melihat titik api atau aktivitas pembakaran mencurigakan untuk segera melaporkannya kepada petugas.

Tag: karhutla, kualitas udara, libur sekolah, Jambi, PAUD